Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, melalui Dinas Pertanian dan Pangan mulai mengembangkan sebanyak 2.000 bibit bunga krisan di kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam. Langkah ini dijadikan sebagai proyek percontohan untuk budidaya tanaman hias di daerah tersebut.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Joni Harnedi, menjelaskan bahwa pemilihan kawasan Payo didasarkan pada kondisi iklim serta ketinggian wilayah yang dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman bunga krisan.
Tahap Awal dan Pengamatan Varietas
Sebanyak 2.000 bibit tersebut saat ini telah ditanam di dalam screenhouse sebagai bagian dari tahap awal pengamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan dari beberapa varietas krisan yang disesuaikan dengan kondisi agroklimat Kota Solok.
Penggunaan berbagai varietas ini diharapkan mampu mengidentifikasi jenis krisan yang paling potensial untuk dikembangkan pada skala yang lebih luas di masa mendatang. Pemerintah juga rutin melakukan monitoring, perawatan berkala, serta penyulaman bagi tanaman yang tidak tumbuh optimal.
Peluang Pasar dan Harapan Sentra Produksi
Bunga krisan dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan mengingat tingginya permintaan pasar untuk berbagai keperluan seperti bunga potong, buket, dekorasi acara, hingga hiasan ruangan di Kota Solok. Secara umum, tanaman ini dapat dipanen dalam rentang waktu 8 hingga 12 minggu setelah masa tanam.
Melalui program percontohan ini, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh data teknis yang komprehensif terkait kebutuhan media tanam, pengairan, dan pemeliharaan. Jika hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan, program ini akan diperluas melalui peningkatan kapasitas petani serta penguatan pemasaran.
Diversifikasi komoditas hortikultura ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sehingga Kota Solok dapat bertransformasi menjadi salah satu sentra penghasil tanaman hias di masa depan.
Sumber informasi: Antara Sumbar