Kantor Pertolongan dan Pencarian (SAR) Padang, Sumatera Barat, mengerahkan tim gabungan guna mencari dua warga Kabupaten Solok yang belum ditemukan pascabencana banjir bandang yang terjadi pada Senin malam.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menjelaskan bahwa operasi pencarian ini masih terus digenjot di lapangan. Dua korban hilang yang tengah dicari adalah laki-laki bernama Algusral (59) dan Dafi (20).
Pengerahan Personel dan Dampak Kerusakan
Pihak SAR Padang telah memberangkatkan personel ke lokasi kejadian sejak Senin malam. Selain itu, Unit Siaga SAR Kabupaten Tanah Datar turut diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan tiba di lokasi pada Selasa dini hari.
Berdasarkan pendataan sementara, bencana alam ini juga menyebabkan empat warga menderita luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sebelumnya, sebanyak 32 orang telah berhasil dievakuasi.
Akses Jalan dan Fasilitas Pemerintah Terdampak
Banjir bandang turut melumpuhkan jalur penghubung antara Kota Padang dan Kabupaten Solok akibat timbunan material longsor berupa batu, pasir, dan lumpur yang menutup badan jalan.
Bupati Solok Jon Firman Pandu memaparkan bahwa bencana ini turut merusak sejumlah rumah warga serta bangunan kantor pemerintahan di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Arosuka. Beberapa instansi yang mengalami kerusakan cukup parah meliputi Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang, hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.
Sumber informasi: Antara Sumbar